Showing posts with label biologi. Show all posts
Showing posts with label biologi. Show all posts

Thursday, November 20, 2008

Manusia bertengangan 220 volt

MANUSIA pada dasarnya memang punya energi listrik dalam tubuhnya. Tapi bagaimana kalau benar-benar ada manusia yang punya daya listrik yang bisa menyalakan lampu ketika dipegangnya. Kejadian itu ditemukan di China, ketika seorang kakek bernama Zhang Deke dari Xinjiang memiliki kemampuan menyembuhkan dengan energi listrik.

Dengan menggunakan arus listrik 220 volt di tubuhnya, kakek Zhang Deke mengobati Wang Xinhao yang menderita sakit pinggang. Beberapa bulan lalu, Wang Xinhao proliferasi ruas tulang pinggang, 1-7 sen dinya kaku, sepanjang hari berbaring di ranjang dan tidak dapat mengatasi kehidupan sehari-harinya. Rumah sakit setempat juga belum berani melakukan operasi mengingat keadaan penyakit dan usianya. Namun, setelah diterapi listrik 9 kali/bulan oleh kakek Zhang Deke, keadaan penyakit Wang Xinhao tampak mulai membaik, dan sekarang juga sudah bisa bergerak aktif mengendarai sepedanya.

Contoh lain, Kakek Zhang Deke menggantungkan 6 buah lampu 13 watt warna merah dan putih di atas kepala dan telinganya, satu tangannya menggenggam kawat bermuatan listrik, sedang tangan satunya lagi menggenggam kawat tak berarus listrik, setelah tersambung dengan sumber listrik, perlu diketahui sumber listrik sebesar 220 volt di badannya itu sebagai penghantar, dan tidak lama kemudian 6 buah lampu 13 watt semuanya pun menyala seketika, bahkan tingkat terang lampu tersebut dapat dikendalikannya.

Menurut informasi, kakek yang berusia 71 tahun ini adalah seorang buruh pensiunan, kadang kala ia selalu berolahraga untuk “menyehatkan badannya”. Deng an arus listrik tegangan 220 volt, orang-orang setempat menyebutnya sebagai “manusia ajaib” atau “manusia listrik”. Tubuhnya tidak saja sebagai konduktor, bahkan dapat mengendalikan arus listrik. Selain itu, arus listrik bertegangan 220 volt yang melalui tubuhnya juga dapat memanggang hingga matang seekor ikan hidup dalam waktu 2 menit.

Kakek Zhang kerap mengobati encok, radang sendi, sengal pinggang dan sebagainya kepada para kerabat dan sahabat karibnya atau mereka yang berhubungan baik dengannya dengan arus listrik di badannya, dan hasilnya sangat efektif. Setelah tubuhnya dialiri arus listrik tegangan 220 volt, ke-5 jari tangannya pun menjadi “jarum listrik”, yang digunakan untuk terapi listrik, Kakek Zhang juga tidak pernah meminta bayaran pada orang yang diterapi dengan listriknya, jika dalam 3 hari terapi dan belum tampak hasilnya, maka ia akan meminta penderita untuk berobat ke rumah sakit.

Tahun 1994 setelah pensiun, ia ke lembaga ilmu pengetahuan China cabang Xinjiang untuk check-up, dan kesimpulan dari personil riset ilmiah, kondisinya termasuk suatu manifestasi abnormal kekuatan tubuh yang unik, adapun mengenai sebabnya, para ahli terkait tidak memberi jawaban yang pasti.



Sumber
- Kumpulan artikel menarik

Pohon berusia 9550 tahun

Tingginya hanya 4 meter, namun sebatang pohon sejenis cemara, yang masih hidup di Swedia, diketahui berusia 9.550 tahun. Hidup sejak akhir zaman es, pohon tersebut tercatat sebagai yang tertua di dunia saat ini.

Spesies pohon spruce Ione Norwegia ini ditemukan tahun 2004. para peneliti menemukannya di sekitar semak-semak pegunungan pada ketinggian 910 meter di Provinsi Dalarna, Swedia. Pohon ini tidak langka karena penduduk sering menggunakan sebagai pohon Natal.

"Usianya yang sangat panjang kemungkinan besar dipicu emampuannya mengkloning diri sendiri," ujar Leif Kullman, profesor eologi dan lingkungan hidup di Universitas Umea, Swedia. Batang dan rantingnya memang diketahui dapat bertahan hidup hingga 600 tahun. Kullman menjelaskan, saat batangnya mati, batang baru akan dibentuk dari akarnya sehingga umurnya menjadi sangat panjang.

Pohon ini lebih tua dari pinus Bristlecone di White Mountain California yang hanya berusia 5000 tahun. Pinus Bristlecone tertua hanya bertahan hidup hingga 7.500 tahun namun tumbuh menjulang hingga 150 meter. Jika umur pinus Bristlecone diukur dari garis pohon di rantingnya yang dipantau setiap tahun, umur cemara di Swedia diukur dari jejak radiokarbon di akarnya.

Kullman menyatakan pohon yang usianya lebih tua dari 9.550 tahun bisa dikatakan mustahil. Sebab, seluruh wilayah Swedia kemungkinan masih diliputi es saat itu.



Sumber
- Kumpulan Artikel Menarik

Kucing bermuka dua

Seekor kucing berhasil melahirkan anaknya, meski kucing kecil mengalami cacat. Anak kucing manis ini ternyata memiliki dua wajah dan luar biasanya kedua muka ini dapat mengeluarkan bunyi "meong" pada saat yang sama meski yang dapat digunakan makan hanya satu.

Para dokter hewan di Perth, Australia lah yang berjasa menyelamatkan kucing kecil ini setelah induknya mengalami komplikasi saat melahirkannya.

"Saya pernah melihat kucing-kucing dengan ekor dua dan kaki yang besar-besar, tetapi yang ini belum pernah," kata salah satu dokter hewan.

Kucing ini belum diberi nama. Namun pemiliknya dilaporkan sedang memikirkan untuk memanggilnya Quasi Modo (nama tokoh yg cacat fisik dan buruk rupa dalam roman klasik karya Victor Hugo, Notre Dame de Paris 1831). Dokter hewan yang berhasil membantu kelahiran kucing kecil ini, menyebutkan bahwa kucing ini bakal dapat bertahan hidup.

"Meski pembedahan penuh terjadi di perut, kucing ini bisa bertahan semalaman. Ini pertanda baik. Artinya dia bakal bermeong ria dan mendengkur nyenyak dalam tidurnya."

Anak kucing ini hanya bisa makan dengan satu mulut karena langit-langit mulutnya mengalami pembelahan. Anehnya, kedua mulut ini bisa mengeluarkan bunyi 'meong' secara simultan.

Sumber
- Kompas

Monday, November 10, 2008

Makan mayat untuk bertahan hidup

Lima imigran gelap dari Republik Dominika terpaksa makan mayat teman seperjalanan untuk bertahan hidup selama 15 hari di tengah laut. Mereka selamat, sementara 28 penumpang lainnya tewas. Kapal kayu sepanjang 9 meter itu membawa 33 penumpang, termasuk kapten dan seorang awak kapal, menuju Puerto Rico. Gregorio Maria Marizan (31 tahun) salah satu penumpang, menuturkan bahwa mereka berangkat dari kota pelabuhan Sanchez, Republik Dominika 17 Oktober 2008. Marizan ikut bersama dua adiknya, Saulo dan Emmanuel.

Mereka ingin mencari penghidupan yang lebih baik di wilayah AS itu. Mereka harus melayari rute sejauh 254 km dan menyeberangi Laut Karibia. Waktu berangkat, cuaca sangat bagus dan laut pun tenang. Namun, setelah satu setengah hari perjalanan dua mesin kapal rusak. Para penumpang mulai berselisih. Ada yang ingin pulang, yang lain ingin meneruskan perjalanan. Kapten kapal menolak pulang karena takut ditangkap polisi Dominika.

Perjalanan yang seharusnya hanya dua hari itu, kata Marizan, molor. Keadaan semakin parah ketika gelombang laut justru menjauhkan mereka yang dari tujuan semula. Hari keenam satu per satu penumpang meninggal, termasuk Emmanuel. Di malam ketujuh, kapten kapal menghilang, entah berenang mencari pertolongan atau dibuang ke laut oleh penumpang.

Selama delapan hari terkatung di tengah laut, 28 orang meninggal. Tidak ada secuil pun makanan di kapal itu, dan tiap penumpang yang tersisa seolah menunggu giliran. “Kami harus menunggu 10-15 menit setelah mereka meninggal, lalu melemparkannya ke laut,” tutur pria yang berprofesi sebagai nelayan itu dari ranjang di rumah sakit.

Pada hari ke-14, lapar semakin tak tertahan. Satu penumpang lagi tewas, sehingga tinggal lima yang bertahan. Kali ini mayat itu tidak dibuang. Marizan memutuskan untuk memakan dagingnya untuk menyambung hidup. “Di kulitnya ada lemak kuning setebal sekitar setengah inci, baru setelah itu ada serat,” ungkap Marizan.

Keadaan waktu itu tidak memberi pilihan lain, karena dua minggu hanya minum air hujan. “Kami memotongnya dari kaki dan dada. Kami potong sedikit demi sedikit dan menelannya seperti menelan obat. Kami harus memakannya agar bertahan hidup,” kata Marizan.

Mayat itu benar-benar menyelamatkan mereka. Sehari berikutnya, Sabtu (1/11), di dekat Kepulauan Turks dan Caicos, satuan penjaga pantai AS menyelamatkan mereka, yaitu Maria sendiri, adiknya Saulo, seorang ayah dan anaknya serta seorang perempuan. Sayangnya perempuan itu meninggal setelah tiba di rumah sakit.

“Benar-benar sebuah keajaiban. Saya hanya berdoa agar satu atau dua orang dari kami bisa selamat untuk menceritakan semua ini,” kenang Marizan lagi.

“Empat orang lainnya mengalami dehidrasi dan kakinya bengkak. Tapi mereka akan sembuh dalam waktu dekat,” kata Menteri Pariwisata Rep Dominika Francisco Javier Garcia.

Marizan mengaku, dia dan penumpang lainnya tergiur tawaran kapten kapal yang bernama Fracisco Soler untuk diselundupkan ke Puerto Rico menggunakan kapalnya. “Dia bilang saya hanya perlu bayar satu untuk tiga orang,” cerita Marizan.

Tawaran '3 in 1' itu sangat menggiurkan karena tarif normal adalah 1.800 dolar AS (Rp 19,6 juta) per orang sekali jalan. Jumlah itu setara dengan gaji setahun bagi sebagian besar penduduk Republik Dominika. Korban selamat lain bahkan mengaku menggadaikan rumah untuk ikut perjalanan maut itu.

Terimpit tekanan ekonomi dan harus membiayai tiga anaknya yang berusia 7, 6, dan 4 tahun, Marizan mengiyakan ajakan Soler. “Di sana saya bisa mendapat penghasilan lebih baik dan mengirim uang untuk keluarga,” pikirnya ketika itu.

Kata kanibal berasal dari bahasa suku India Barat. Berdasarkan catatan Christopher Columbus, penduduk Karibia diketahui sebagai pemakan daging manusia. Namun catatan penemu benua Amerika itu tidak bisa dibuktikan.

Suku Aztec juga diyakini mempraktikkan kanibalisme sebagai bagian dari ritual keagamaan. Yang menjadi korban biasanya tawanan perang. PBB pernah menuduh kelompok pemberontak di Republik Demokratik Kongo memakan daging musuhnya.

Pada tahun 1972 pesawat yang mengangkut tim rugby Uruguay jatuh di pengunungan Andes. Yang masih hidup berusaha bertahan dengan memakan daging teman-teman mereka yang tewas. Pada tahun 1920-an, seorang pria Amerika bernama Albert Fish yang dijuluki Bogeyman membunuh dan memakan sejumlah anak.

Sumber
- Kompas

Thursday, November 6, 2008

Siapa bilang ada gula ada semut??

Coba perhatikan perilaku semut di sekitar rumah Anda. Pisang goreng atau kerupuk di atas meja makan yang notebene tidak manis apakah tetap dikerumuni seperti halnya sejumput gula atau sirup yang tumpah.

Kenyataannya sebagian koloni semut bahkan lebih menyukai garam daripada gula. Setidaknya perilaku ini terlihat pada semut-semut yang tinggal di pedalaman yang jauh dari laut.

"Ketertarikan terhadap garam meningkat seiring jarak dari laut," ujar Profesor Robert Dudley, salah satu peneliti dari Universitas California Berkeley, AS. Kesimpulan tersebut diambil setelah Dudley dan koleganya dari Universitas Arkansas Little Rock (UALR) dan Universitas Oklahoma membandingkan sejumlah populasi semut di Amerika.

Mereka mempelajari perilaku semut dari Amerika Tengah, Selatan, dan Utara yang hidup di lokasi berbeda-beda. Semut yang hidup di habitat berjarak 96 kilometer dari garis pantai ternyata lebih suka larutan garam satu persen daripada larutan gula 10 persen.

Kecenderungan ini tampak sekali pada semut pemakan daun daripada semut pamakan daging, seperti semut merah. Semut pemakan daun mungkin membutuhkan asupan garam tambahan lebih banyak karena tidak memperoleh sebanyak semut pemakan daging.

Alasan ini sama halnya dengan seekor bison, kijang, atau badak yang suka menjilat tanah untuk menambah asupan garam. Sementara hewan pemakan daging seperti singa gunung dan srigala tidak melakukannya karena sudah cukup mendapatkan garam dari mangsanya.

Sumber
- Kompas

Sunday, November 2, 2008

Lele Vampir di Guyana

Ekspedisi ilmiah yang dilakukan ke dalam hutan tropis Guyana, Amerika Tengah, berhasil mengungkap makhluk-makhluk eksotis yang baru diketahui keberadaannya. Di antaranya ikan lele vampir yang hidup sebagai parasit.

Sekelompok peneliti yang didanai program dokumenter BBC menghabiskan waktu enam minggu untuk menelusuri kanopi-kanopi hutan lebat yang masih alami. Usaha keras mereka terbayar dengan menemukan total dua kandidat spesies baru ikan, satu spesies katak, dan sejumlah kelelawar buah yang belum pernah dilihat sebelumnya."Dalam waktu singkat, kami menangkap ratusan spesies, 10 persen di antaranya mungkin baru dalam sains. Ini nyaris mustahil dan sungguh tak terbayang," ujar Dr george McGavin, seorang pakar hewan yang ikut dalam ekspedisi.

Meski harus dibandingkan dengan sampel spesies di seluruh dunia untuk memastikan sebagai spesies baru, dua spesies ikan diyakini kuat memang baru. Spesies pertama dari genus Hemiodus. Jenis lainnya dari genus Vandellia memiliki gigi-geligi runcing untuk menancap ke tubuh ikan yang lebih besar. Selama ekspedisi, tim juga berhasil merekam ular terbesar di dunia, anaconda. Selain itu, juga ditampilkan elang terbesar di dunia dari jenis elang harpy dan laba-laba raksasa Goliath.

"Kita masih punya pilihan, kita benar berada di persimpangan sekarang. Kita tidak dapat memutuskan apakah akan membiarkannya di alam atau mengabaikan saat dibabat habis," ujar Dr McGavin. Jika tingkat penurunan masih seperti saat ini, kekayaan hayati bisa punah
sebelum sempat terekam.



Sumber
- Blog artikel menarik

Thursday, October 30, 2008

Belalang Terpanjang di Dunia dari Indonesia

JAKARTA, SABTU- Satwa unik yang dikenal para ahli serangga Indonesia sebagai belalang ranting dari hutan Pulau Kalimantan, diidentifikasi para peneliti pada Museum Sejarah Alam, London, Inggris, sebagai serangga terpanjang di dunia.

Spesies Phobaeticus chani betina itu memiliki panjang 56,7 sentimeter atau lebih panjang 1 cm dari spesies sebelumnya yang ditemukan di Malaysia dan Indonesia, Phobaeticus serratipes.

Secara fisik, serangga ranting menyerupai pensil dengan empat lengan dan dua antena. Untuk bertahan hidup dari predator alami di hutan-hutan tropis, serangga itu menyamar di antara ranting-ranting dan seresah dedaunan.

Selain berbentuk unik, serangga ranting diketahui dapat berubah warna menyesuaikan media yang dihinggapinya. Diungkapkan pihak Museum Sejarah Alam, dua spesimen Phobaeticus chani yang lain dikoleksi di Malaysia.

Kepastian status terpanjang di dunia itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Associated Press (AP), ditegaskan beberapa ahli serangga (entomolog) dari Inggris, Italia, dan Amerika Serikat (AS), yang secara resmi dimuat dalam jurnal Zootaxa yang terbit bulan ini. Penambahan nama chani di belakang Phobaeticus untuk menghormati Chan Chew Lun.

”Kami punya banyak belalang ranting, tetapi dari genus lain,” kata peneliti serangga pada Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosichon Ubaidillah ketika dihubungi di Cibinong, Jawa Barat, Jumat (17/10). Spesimen belalang ranting dari genus Cyphocrania sepanjang 30 cm tersimpan di Museum Biologi LIPI.

Menurut Rosichon, masih banyak jenis belalang ranting koleksi LIPI, tetapi belum diidentifikasi secara detail. Di dunia, setidaknya 3.000 spesies belalang ranting yang telah diidentifikasi.



Sumber
- Kompas

Tuesday, October 28, 2008

3 year old baby like to eat rice

Pasuruan, guys - Hikmatus Solihah (4) does not vary with the toddler-toddler shoulder. He was even quite jovial and intelligent. However, the daughter pair Jamal Abdul-Romlah Metallica, Hamlet Curahbanyak citizens, Kluwut Village, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan regency, have this strange habit, which is like eating raw rice.

When visited on Monday (27/10), inattentive, call this kid, are enjoying a small plate of raw rice accompanied his father, Jamal, and sister, Afifudin. Grain of rice is hard to fine dikunyahnya before swallowed. Kindergarten students Karangpoh Kluwut is not visible difficulty in swallowing. About 15 minutes later, a plate of rice it is the ludes.

Scenery is happening every day. For careless, rice snack is raw, not the cake, such as the popular kid-other toddlers. Jamal and his wife actually want to stop this habit, but if not, ask for rice to the careless neighbors. "However, we also limit. For, if not, one day he can sekilo out, "said Jamal.

Jamal told, delight children eat raw rice that started when he was aged one year. At that time, Jamal and his new home from the wholesale trade to meet the kiosk. Meanwhile, the meal inattentive play, so the entire body and face turn white flour subject.

"Let me not to cry replace the rice with a toy. In fact, the rice is dimakannya raw and become a habit until now. I worry disrupted health care. Then, we take him to hospitals, "said Abdul Jamal.

Doctors who examined also wonder. However, to prevent danger, Jamal asked to give the rice is washed rice quota and not because the civil servants still feared contaminated chemical substances.

"Maybe I give the rice quota. However, be careless even diarrhea. We also have melarangnya two months ago and all the rice hidden, but even careless fever for two days, "said Siti Romlah.

Indeed, other than eating rice, careless also still eating rice and drinking breastfeeding until the age of two years. However, off breastfeeding, he unwilling to drink milk and prefer drinking water.

Habit five birth 27 February 2004 is also known to the neighbors. Not infrequently, an easy five other people familiar with the neighbors take their own rice.

"Every play to my home, careless directly to the kitchen and find I have rice. Because the already familiar, ordered to take my own, so habits. People here already know if the habitat is prohibited and crying and worried sick. Unfortunately, and the child is risible and smart, "said Purwati, good neighbors.

Child health specialist Dr. Soetomo RSU, and Agus Hariyanto SpA (K), assess, trouser careless eating raw rice that is normal and customary. He also suspect this is due to psychological aberration. "It is less due to affection of parents, excessive exploitation of parents and the environment. Once he requested that continues dituruti continue as now, "said Agus.

In terms of health, said Agus, too careless not threatened although it does not mean do not need to be cured. "He can be shortages of blood. Stomach also will be working very hard and in the long term can cause injuries. This is necessary to search the cause, "said Agus.

According to Agus, there are two ways to restore normal conditions to the inattentive. First, parents must resolutely stop with the provision of rice and not worry with fever careless. "Secondly, through the actions of medical, psychological, handling, inspection and the depth of fungis body. For it must be to the hospital, "said Agus.

Monster Spider

Giant spider was actually appear in the real world. A spider is called the spider this snap-frozen mammoths can eat birds, animal alive. Appearance giant spider that diabadikan in a picture in the email that circulating in the world, which is then written The Cairns Post.

Figure spider mamoth is visible in the capture in the backyard of a house near Cairns. Figure it believed to be taken in this weekend, and shows a picture which spidery double legs around the body of a bird trapped in a spider web is a giant. A spider expert from Reptiles Park NSW Australia, Joel Shakespeare said the spider is the type of weavers. "Usually animals that eat the animals, insects are large.

Photo is not common because the spider is eating birds, animal, "said Shakespeare. Shakespeare said he never saw the return of weaver-profit agency that has a human hand. However, for animals that are in tropical regions usually can grow larger.


Source
- Okezone