Seorang pendaki gunung asal Jepang yang sempat dikabarkan menghilang di pegunungan Azuma akhirnya kembali dan keadaan selamat. Ia mengaku bertahan hidup dengan memakan salju.
Masayuki Nakamura memulai pendakian gunung Azuma pada tanggal 30 Desember 2007. Ia menargetkan waktu pendakian gunung setinggi 240 kilometer itu hanya 3 hari sehingga ia menjamin akan kembali pada tanggal 2 Januari.
Sayangnya, salju membuatnya kehilangan arah jejak sehingga ia pun harus berada di sana dalam waktu seminggu. Kebetulan juga ia tidak membawa ponsel atau alat komunikasi apapun. Bahkan makanan yang ia bawa telah habis hanya dalam waktu beberapa hari. Saat itulah ia hanya mengandalkan gumpalan-gumpalan salju sebagai konsumsi makanannya selama ia tersesat seraya berjalan keluar pegunungan.
Seorang pegawar resort ski menemukan Nakamura sedang berjalan sendirian ke arah bukit ski jumat kemarin. Arena ski tersebut memang berada di puncak bukit pegunungan Azuma. Nakamura pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit karena menderita radang dingin ringan.
"Saya pikir saya tidak akan selamat. Saya senang akhirnya bisa sampai ke sini tapi setelah kejadian ini saya akan berpikir dua kali untuk mendaki gunung lagi," ujar Nakamura, seperti dilansir dari kantor berita Kyodo, Sabtu (12/1/2008).
Sumber
- Okezone
Showing posts with label gunung. Show all posts
Showing posts with label gunung. Show all posts
Friday, November 21, 2008
Monday, November 17, 2008
65 Kg Kotoran Manusia Menumpuk di Everest
Apa jadinya jika Puncak Everest, gunung tertinggi dan termasyhur di dunia, dipenuhi kotoran manusia? Bayangkan, ratusan orang mendaki gunung setinggi 8.850 meter itu setiap tahun.
Banyak dari mereka yang buang air di tempat terbuka atau di balik batu-batu karena tidak ada fasilitas toilet yang memadai.
Kondisi itulah yang mendorong seorang pendaki muda asal Nepal, Dawa Steven Sherpa, memperkenalkan toilet portabel dari ember plastik bagi pendaki. ”Ini bisa dibawa ke mana-mana dan sangat aman,” katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (16/11).
Sherpa memimpin rombongan ekspedisi eko-Everest pada Mei serta mengumpulkan kotoran dan sampah yang ditinggalkan para pendaki sebelumnya. Selama ekspedisi yang berlangsung selama satu bulan, tim itu mengumpulkan 965 kilogram kaleng, tabung gas, sampah dapur, tenda, bagian helikopter Italia yang jatuh 35 tahun lalu, dan sisa-sisa jenazah pendaki asal Inggris yang tewas pada 1972.
Sebagai ”bonus”, tim Sherpa juga mengangkut 65 kilogram kotoran manusia yang diproduksi 18 anggota tim. Kotoran itu ditempatkan dalam sebuah tabung kedap gas yang didesain aman untuk membawa dan menetralisasi kotoran manusia sehingga tidak menyebarkan bau. Sekitar 3.000 orang telah mendaki Puncak Everest sejak pertama kali didaki pada 1953. Coba bayangkan jika semua sampah dan kotoran mereka dikumpulkan....
Sumber
- Kompas
Banyak dari mereka yang buang air di tempat terbuka atau di balik batu-batu karena tidak ada fasilitas toilet yang memadai.
Kondisi itulah yang mendorong seorang pendaki muda asal Nepal, Dawa Steven Sherpa, memperkenalkan toilet portabel dari ember plastik bagi pendaki. ”Ini bisa dibawa ke mana-mana dan sangat aman,” katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (16/11).
Sherpa memimpin rombongan ekspedisi eko-Everest pada Mei serta mengumpulkan kotoran dan sampah yang ditinggalkan para pendaki sebelumnya. Selama ekspedisi yang berlangsung selama satu bulan, tim itu mengumpulkan 965 kilogram kaleng, tabung gas, sampah dapur, tenda, bagian helikopter Italia yang jatuh 35 tahun lalu, dan sisa-sisa jenazah pendaki asal Inggris yang tewas pada 1972.
Sebagai ”bonus”, tim Sherpa juga mengangkut 65 kilogram kotoran manusia yang diproduksi 18 anggota tim. Kotoran itu ditempatkan dalam sebuah tabung kedap gas yang didesain aman untuk membawa dan menetralisasi kotoran manusia sehingga tidak menyebarkan bau. Sekitar 3.000 orang telah mendaki Puncak Everest sejak pertama kali didaki pada 1953. Coba bayangkan jika semua sampah dan kotoran mereka dikumpulkan....
Sumber
- Kompas
Subscribe to:
Posts (Atom)
