Seorang pria Nepal berusia 77 tahun berhasil mencapai puncak Gunung Everest, Minggu. Ini berarti ia tercatat sebagai manusia tertua yang mencapai puncak gunung tertinggi di bumi itu.
Pejabat Kementerian Pariwisata Nepal, Ramesh Cehtri, mengatakan bahwa pak tua itu bernama Min Bahadur Sherchan. Ia menjejakkan kaki di ujung teratas Everest pada Minggu dini hari waktu setempat.
Sherchan yang pensiunan tentara itu mencapai puncak Everest 25 hari menjelang ulang tahunnya yang ke-77. Dengan demikian ia mengalahkan rekor yang dipegang oleh Katsusuke Yanagisawa yang tiba di puncak Everest pada usia 71 tahun pada tahun lalu.
Pendaki sepuh itu menjelajah Everest ditemani sejumlah pemandu pendakian (sherpa). Saat berita ini diturunkan ia dalam perjalanan turun dari gunung setinggi 8.850 meter tersebut.
Ia dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat. Padahal Sherchan sebelumnya tidak dikenal sebagai pendaki gunung. Hanya saja ia memang gemar olahraga dan sebelum mendaki Everest ia berlatih mendaki sejumlah gunung kecil di Nepal.
Pada Kamis pekan lalu, seorang sherpa bernama Appa mencapai puncak Everest untuk kali ke-18. Ia memegang rekor sebagai penjejak puncak Everest terbanyak.
Sumber
- Kompas
Showing posts with label sherpa. Show all posts
Showing posts with label sherpa. Show all posts
Monday, November 17, 2008
65 Kg Kotoran Manusia Menumpuk di Everest
Apa jadinya jika Puncak Everest, gunung tertinggi dan termasyhur di dunia, dipenuhi kotoran manusia? Bayangkan, ratusan orang mendaki gunung setinggi 8.850 meter itu setiap tahun.
Banyak dari mereka yang buang air di tempat terbuka atau di balik batu-batu karena tidak ada fasilitas toilet yang memadai.
Kondisi itulah yang mendorong seorang pendaki muda asal Nepal, Dawa Steven Sherpa, memperkenalkan toilet portabel dari ember plastik bagi pendaki. ”Ini bisa dibawa ke mana-mana dan sangat aman,” katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (16/11).
Sherpa memimpin rombongan ekspedisi eko-Everest pada Mei serta mengumpulkan kotoran dan sampah yang ditinggalkan para pendaki sebelumnya. Selama ekspedisi yang berlangsung selama satu bulan, tim itu mengumpulkan 965 kilogram kaleng, tabung gas, sampah dapur, tenda, bagian helikopter Italia yang jatuh 35 tahun lalu, dan sisa-sisa jenazah pendaki asal Inggris yang tewas pada 1972.
Sebagai ”bonus”, tim Sherpa juga mengangkut 65 kilogram kotoran manusia yang diproduksi 18 anggota tim. Kotoran itu ditempatkan dalam sebuah tabung kedap gas yang didesain aman untuk membawa dan menetralisasi kotoran manusia sehingga tidak menyebarkan bau. Sekitar 3.000 orang telah mendaki Puncak Everest sejak pertama kali didaki pada 1953. Coba bayangkan jika semua sampah dan kotoran mereka dikumpulkan....
Sumber
- Kompas
Banyak dari mereka yang buang air di tempat terbuka atau di balik batu-batu karena tidak ada fasilitas toilet yang memadai.
Kondisi itulah yang mendorong seorang pendaki muda asal Nepal, Dawa Steven Sherpa, memperkenalkan toilet portabel dari ember plastik bagi pendaki. ”Ini bisa dibawa ke mana-mana dan sangat aman,” katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (16/11).
Sherpa memimpin rombongan ekspedisi eko-Everest pada Mei serta mengumpulkan kotoran dan sampah yang ditinggalkan para pendaki sebelumnya. Selama ekspedisi yang berlangsung selama satu bulan, tim itu mengumpulkan 965 kilogram kaleng, tabung gas, sampah dapur, tenda, bagian helikopter Italia yang jatuh 35 tahun lalu, dan sisa-sisa jenazah pendaki asal Inggris yang tewas pada 1972.
Sebagai ”bonus”, tim Sherpa juga mengangkut 65 kilogram kotoran manusia yang diproduksi 18 anggota tim. Kotoran itu ditempatkan dalam sebuah tabung kedap gas yang didesain aman untuk membawa dan menetralisasi kotoran manusia sehingga tidak menyebarkan bau. Sekitar 3.000 orang telah mendaki Puncak Everest sejak pertama kali didaki pada 1953. Coba bayangkan jika semua sampah dan kotoran mereka dikumpulkan....
Sumber
- Kompas
Subscribe to:
Posts (Atom)
