Thursday, October 30, 2008

Gara-gara Makan Kodok, ada Cacing di Otak

Bagi yang suka makan daging kodok (swike), saatnya sekarang ditinggalkan. Kisah ini terjadi pada seseorang yang berinisial C di Cirebon, ada cacing di dalam otaknya gara-gara makan daging kodok.

Si C ini awalnya hanya sakit kepala sebelah seperti migran, tetapi di otaknya seperti ada yang ‘gremet-gramet’. Lama kelamaan sakitnya tambah menjurus ke seperti vertigo. Setelah diperiksakan ke dokter di Cirebon dan Jakarta tidak ditemukan adanya penyakit.

Karena penasaran akhirnya si C berobat ke Singapura. Setelah diperiksa dengan alat yang canggih di sana diindikasikan ada binatang hidup di otaknya. Dan harus dioperasi besar. Setelah dioperasi ditemukan sejenis cacing super kecil berwarna putih.

Selesai operasi, si C telah istirahat dua hari dan telah sadar, sang dokter berkata, "Maaf ibu, penyakit ibu belum sembuh total, Karena di otak ibu diperkirakan masih ada telur-telur cacing tersebut. Yang jika telur tersebut menetas akan menjadi cacing. Dan siklus tersebut terus berlanjut.”

Si C bertanya ke dokter penyebab dari penyakitnya tersebut, kenapa bisa ada cacing di otaknya.

Dokter memberikan penjelasan, bahwa di indikasikan cacing tersebut berasal dari daging kodok yang sering ibu makan (karena ibu tersebut memang suka makan daging kodok). Karena cacing tersebut tidak mati jika dimasak 100 derajat atau di bawah 0 derajat.

BM Advante juga memberikan keterangan, bahwa si C pernah memasak daging kodok pada pagi hari. Dikarenakan tidak habis (mungkin masaknya agak banyak), maka disimpan di kulkas.

Dan sorenya di hangatkan lagi lalu dimakan. Di karenakan masih ada yang belum semuanya habis, maka disimpan kembali di kulkas.

Besok paginya setelah mau dihangatkan, si C ini terkejut karena dari daging kodok tersebut keluar cacing putih kecil-kecil tersebut.

Sejak beberapa tahun yang lalu, pemerintah Australia sudah melarang rakyatnya untuk mengkonsumsi daging kodok karena terbukti cacing-cacing tersebut tidak akan mati walaupun dimasak dengan suhu tinggi sekalipun.

Sumber
- Inilah.com

No comments: